Kutatv.Com || Tabanan – Progres pembangunan di Kabupaten Tabanan yang terus menunjukkan perkembangan positif patut mendapat apresiasi dari seluruh elemen masyarakat. Namun demikian, berbagai capaian yang telah diraih juga perlu diimbangi dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak guna menyempurnakan berbagai program pembangunan yang masih berjalan.
Hal tersebut disampaikan Kelompok Ahli Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Dengar Pendapat dan Workshop Mini Komunikasi dan Publikasi Berbasis Data Desa Presisi yang berlangsung di Kantor Camat Selemadeg, Rabu (3/6).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Selemadeg, Hendrayuni, yang hadir mewakili Camat Selemadeg I Wayan Budiarsana. Dalam sambutannya, Hendrayuni menekankan pentingnya peningkatan kapasitas operator desa dalam mendukung publikasi pembangunan serta penguatan peran desa dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Sementara Ariasa menyampaikan, pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, perlu mendapat dukungan seluruh komponen masyarakat, termasuk para operator desa yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Operator desa merupakan garda terdepan dalam menyajikan informasi terkait perkembangan pembangunan, potensi desa, hingga berbagai program pelayanan kepada masyarakat. Informasi yang akurat dan dipublikasikan secara konsisten akan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujar Ariasa.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program, tetapi juga bagaimana informasi pembangunan tersebut dapat diketahui, dipahami, dan didukung oleh masyarakat luas melalui berbagai platform komunikasi yang tersedia.
Selain membahas komunikasi dan publikasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang disampaikan oleh I Gede Bajawan Dewantara, Pengolah Data dan Informasi dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara (Pusdal LH Bali Nusra), Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam paparannya, Bajawan menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah mulai dari rumah tangga sebagai langkah mendasar untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Pengelolaan sampah berbasis sumber bukan hanya tentang memilah sampah, tetapi membangun budaya dan kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Jika pengelolaan dilakukan dari sumbernya, maka volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Ia juga mengajak pemerintah desa untuk memanfaatkan media sosial, website desa, dan berbagai saluran komunikasi publik sebagai sarana edukasi lingkungan kepada masyarakat.
“Komunikasi memiliki peran penting dalam perubahan perilaku. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan melalui media digital akan membantu meningkatkan kesadaranv masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dari rumah masing-masing,” tambah Bajawan.
Kegiatan yang diikuti operator SID desa se-Kecamatan Selemadeg tersebut berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai strategi publikasi desa serta implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, Ariasa berharap akan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola informasi yang transparan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.
“Saya berharap dengan Workshop ini para operator SID desa semakin mampu mengoptimalkan pemanfaatan data desa presisi sebagai dasar publikasi pembangunan yang akurat, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas”. harapnya.


