KutaTv.Com || BADUNG. Pawai Ogoh – Ogoh dalam menyambut tahun baru Saka 1948 dikemas dalam Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, berlangsung secara meriah dan dipadati oleh wisatawan baik domestic maupun mancanegara (18/3/2026) di depan Pura Desa, Kuta Badung.
Pelaksanaan FSB Desa Adat Kuta ke 14 ini, dihadiri oleh Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, TNI / Polri, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, Camat Kuta, Lurah Kuta, Kelian Banjar Adat se Desa Adat Kuta dan Masyarakat Kuta.
Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, dibuka secara resmi dengan meniup Sunggu yakni terompet yang terbuat dari cangkang kerrang.
FSB Desa Adat Kuta senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai kerukunan dan toleransi serta memberikan ruang kreativitas kepada para Yowana dan Sekeha Teruna Desa Adat Kuta. Hal ini dapat disaksikan dalam pementasan liong dan barong sai pusaka tantra dari ST Eka Dharma Banjar Dharma Semadi Kuta dan Penampilan peserta Jegeg Bungan Desa Kuta 2026.
Selain menampilkan Ogoh – Ogoh dari 13 Sekeha Teruna, tak kalah semangat dan antusias yakni ogoh – ogoh mini dari hasil ide dan kreativitas anak anak dari berbagai usia sebagai generasi penerus Sekeha Terunan di masa mendatang.
FSB Desa Adat Kuta juga memunculkan para creator, undagi local dan seni pedalangan seperti Dalang Cilik yang tentu saja memukau para penonton.
Seorang penonton asal Jakarta sangat kagum dengan kreativitas pemuda Bali khususnya kuta, bisa tetap mempertahankan tradisi dan budaya bali dengan membuat patung segede ini serta biaya yang cukup lumayan, nenurut aku, kegiatan budaya ini trus dipertahankan sehingga dapat menarik wisatawan datang ke kuta, ujar Jelsi.
Ketua DPRD Badung, I GUsti Anom Gumanti memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan FSB Desa Adat Kuta, dengan munculnya generasi muda yang nantinya menjadi penerus dan melanjutkan berkesenian di Desa Adat Kuta serta akan berkolaborasi dengan seniman seniman yang telah ada di Desa Adat Kuta.( Jul/Ktv )


