Sapi Bali Bersanding dengan Ras Impor dalam Program Kurban Presiden Prabowo

Sapi Bali menjadi salah satu jenis ternak yang masuk kategori sapi premium bersama ras impor lainnya. (PHOTO: GENERATED BY Ai via netizenbali)

KUTATV.COM || Denpasar. – Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 ke berbagai daerah di Indonesia. Dari sejumlah ras unggulan yang dipilih, Sapi Bali menjadi salah satu jenis ternak yang masuk kategori sapi premium bersama ras impor lainnya.

Berdasarkan keterangan pemerintah, sapi kurban Presiden terdiri atas berbagai ras unggulan, di antaranya Simmental, Limousin, Peranakan Ongole (PO), Brahman, Angus, Friesian Holstein (FH), Belgian Blue, Charolais, hingga Sapi Bali. Seluruh hewan kurban dipilih melalui proses seleksi ketat, mulai dari kondisi kesehatan, usia minimal dua tahun, berjenis kelamin jantan, hingga memenuhi syariat kurban.

Masuknya Sapi Bali dalam daftar tersebut menjadi perhatian tersendiri. Selama ini, Sapi Bali dikenal sebagai plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki kualitas daging baik, daya tahan tinggi, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis.

Dalam program kurban Presiden tahun ini, Sapi Bali bahkan dikategorikan sebagai bagian dari sapi premium, menunjukkan bahwa ternak lokal mampu bersaing dengan ras unggulan impor.

Di Bali, seekor Sapi Bali milik peternak asal Gianyar dilaporkan terpilih menjadi hewan kurban Presiden untuk Iduladha 2026 setelah melalui pemeriksaan dan seleksi ketat oleh tim peternakan serta kesehatan hewan.
Kondisi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal karena kualitas Sapi Bali dinilai mampu memenuhi standar nasional untuk kurban Presiden.

Secara keseluruhan, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto akan disalurkan ke provinsi, kabupaten/kota, pondok pesantren, lembaga sosial keagamaan, hingga tokoh masyarakat di seluruh Indonesia. Standar bobot sapi kurban Presiden berada di kisaran 800 kilogram hingga 1,3 ton dan seluruhnya berasal dari peternak lokal Indonesia.

“Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat, di atas 800 kilogram, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat,” ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro seperti dikutip dari Kompas.com di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Juri menambahkan, sebanyak 1.098 ekor sapi kurban Presiden tersebut berasal dari peternak lokal dan akan didistribusikan ke seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. (NB/ wan)
Source @NETIZENBALI.COM

 

Berita Terkait

DPRD BADUNG SETUJUI HIBAH TANAH ATAS ...
Soekarno Cup III Bali 2026: Panggung Talenta ...
Soekarno Cup III 2026: Katalisator Ekosistem Olahraga ...
PMI Tabanan Bergerak Cepat Bantu Korban ...