PENGISIAN PASIR DI ZONA 2 PANTAI KUTA DI MULAI

Kutatv.com II Mangupura. Upaya mengembalikan lebar pesisir Pantai Kuta yang tergerus abrasi kini mulai direalisasikan. Pengerjaan Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II pada bentang Kuta–Legian–Seminyak telah memasuki tahap pengisian pasir (sand nourishment), dengan fokus awal di zona II yakni dari depan Hotel Anvaya hingga Pullman.

Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba pengisian pasir sejak Minggu (19/4) lalu menggunakan Kapal RSA Marine 3.

“Memang rencana mulai dari hari Minggu kita sudah mulai uji coba. Untuk hari ini, kalau sore menunggu air laut surut, pengisian pasir sudah mulai dari sekitar Anvaya hingga ke Hotel Alam Kulkul,” ujarnya saat ditemui setelah sosialisasi dihadiri oleh Sekcam Camat Kuta, Bendesa Adat Kuta pada Selasa (21/4) siang.

Sebelum pekerjaan berjalan penuh, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada pelaku pariwisata di sepanjang pantai. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman terkait lokasi pengisian pasir, lingkup pekerjaan, hingga alat berat yang digunakan di lapangan.

“Sehingga aktivitas pariwisata di pinggir pantai bisa menyesuaikan. Harapannya mereka bisa bergeser ke ruas pantai lain yang belum dilakukan pengisian pasir, sehingga proses pekerjaan berjalan lancar,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pasir diambil dari perairan laut Bali menggunakan kapal khusus jenis trailing suction hopper dredger (TSHD). Pasir tersebut disedot, ditampung di lambung kapal, lalu dibawa ke lokasi proyek. Selanjutnya, pasir dicampur air dan dipompa melalui pipa hingga ke bibir pantai.

“Jadi kapal berhenti di titik yang sudah ditentukan di tengah laut, lalu pasir disemprotkan melalui pipa sampai ke pantai. Proses ini dilakukan bertahap per segmen, dari selatan ke utara,” terang Lanang.

Untuk zona II, volume pasir yang ditargetkan mencapai sekitar 319.000 meter kubik, berdasarkan hasil pengukuran terbaru. Kondisi abrasi di kawasan ini dinilai paling parah, terutama di bentang dari sekitar tsunami shelter hingga kawasan di depan Beachwalk Mall. Dengan penambahan tersebut, lebar pantai diproyeksikan bertambah sekitar 15 meter untuk area datar. Sementara bagian kemiringan atau slope dirancang dengan rasio 1:8 dengan lebar mencapai 25 hingga 35 meter dari kondisi saat ini.

“Kalau kondisi sekarang memang sudah cukup parah abrasi di zona 2, sehingga penanganan di sini didahulukan,” tegasnya.

Pekerjaan pengisian pasir di zona 2 ditargetkan rampung pada Juni 2026, dengan catatan kondisi cuaca dan teknis di lapangan berjalan lancar. Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke zona 1 di kawasan Pantai Sekeh dekat runway bandara, kemudian berlanjut ke zona 3.

Di sisi lain, Lanang mengakui tantangan terbesar dalam pelaksanaan proyek ini adalah tingginya aktivitas wisata di kawasan Pantai Kuta, khususnya dari depan Hard Rock hingga Alam Kulkul. Untuk itu, pihaknya akan membatasi area kerja guna menjamin keselamatan.

“Pekerjaan zona 2 tadi disampaikan oleh kontraktor, sampai perkiraan sampai Juni. Kalau memang tidak ada kendala lain, kondisinya lancar, cuaca mendukung, kendala teknis terkait dengan kapal dan yang lain itu lancar, perkiraannya sampai dengan Juni bisa selesai yang zona 2,” harapnya.( Jul/Ktv) 

Berita Terkait

Bupati Badung Tandatangani PKS PSEL, Dorong ...
Buka Seminar Literasi Digitaliasasi, Wabup Badung ...
Peringati Hari Kartini dengan “Sekar Badung” 2026, ...
PANSUS DPRD BADUNG TEKANKAN RANPERDA PEMBERDAYAAN ...