Kutatv.com II Mangupura. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti bersama anggota DPRD Badung dan Forkompinda Badung, serta para undangan lainnya,mendampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster menghadiri acara Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Sektor Pariwisata pada Kamis, (07/05/2026) bertempat di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

Pada acara Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Sektor Pariwisata, juga dihadiri oleh Deputi Bidang Penegakan hokum Lingkungan Hidup kementrian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendali Lingkungan Hidup diwakili oleh Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup, Ardyanto Nugroho.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam pidato sambutannya mengatakan kehadirian Gubernur Bali dan Direktur Pengaduan dan Pengawasan sebagai bentuk perhatian serius dalam kondisi darurat sampah yang berdampak penting dalam kualitas lingkungan hidup, berdampak pada kesehatan masyarakat dan menurunkan citra pariwisata apabila tidak ditangani dengan baik dan tuntas.
Pemerintah Badung mendorong percepatan penangaan sampah berbasis sumber, utamanya yag berasal dari hotel, restaurant dan kafe (horeka).
“Badung merupakan pintu masuk pariwisata Bali, dan kabupaten Badung salah satu menjadi pusat pembangunan akomodasi. Jika melihat data kunjungan wisatawan mancanegara dan domestic dari tahun ke tahun, rata – rata 11 persen pertahun.”, ungkap Bupati Badung Adi Arnawa
Data BPS Bali tahun 2025 tingkat kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 7 juta lebih wisatawan. Dimana pariwisata di kabupaten Badung menjadi penggerak bagi pemilik modal untuk berinvestasi diberbagai sektor utamanya di sektor pariwisata.
“realisasi dalam 3 tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan, 138,7 persen, dimana realisasi investasi tahun 2023 sebesar 9,3 Triliun Rupiah dan di tahun 2025 realisasi investasi sebesar 22,2 Triliun Rupiah”, jelas Bupati Badung Adi Arnawa.
Bupatipun menghimbau kepada para pengusaha hotel restaurant dan kafe, untuk memulai mengolah sampahnya sendiri khususnya sampah organic menjadi kompos dimana dananya bersumber dari CSR.
“volume sampah yang sudah dikelola di Badung mencapai 661 ton perhari.dari hulu baik melalui tong komposter, tebe modern, TPST padang seni dan TPST Mengwi dan TPS3R dan pengiriman sampah ke TPA Suwung juga mengalami penurunan dari 290 ton perhari menjadi 203 ton perhari”, jelas Bupati Badung Adi Arnawa.
Dari pendataan hotel, restaurant dan kafe di Badung per 15 MAret 2026 – 5 Mei 2026 ada 519 usaha, dimana 2.881 usaha (55,4 persen) telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk pengolahan sampahnya, 1.194 usaha (23.0 persen) diolah secara mandiri dan 1.123 usaha (22,8 persen) belum mengolah sampahnya,” ungkap Bupati Badung Adi Arnawa.( Jul/Ktv)


