Ida Betara Meyab, Tradisi Sakral Agraris , Memohon Kemakmuran Sekaligus Tolak Bala

KutaTv. Com || Karangasem. Ratusan warga dari Desa Tiying Tali, Abang, Karangasem khususnya dari warga pengempon Pura Pucak Sari bertepatan dengan purnama Kedasa (2/4/2026) melaksanakan prosesi Ida Betara Meyab,  bertempat di Telaga Beteng.

Prosesi Ida Betara Meyab, dilaksanakan 3 tahun sekali bertepatan dengan Pujawali di Pura Pucak Sari.
Ida Betara Meyab, sangat erat kaitannya dengan tradisi agraris, sekaligus tolak bala, dimana saat Meyab ini tidak diketahui ke arah mana jempana yang diusung oleh warga akan berjalan ataupun jalur yang akan dilalui.

Warga menyakini, setiap area persawahan ataupun perkebunan yang secara tidak sengaja terinjak ataupun rusak oleh pengusung Ida Betara,  dilimpahkan hasil panen.

Pengurus Kerandan Pura Pucak Sari, Wayan Redika menyebutkan Ida Betara Meyab telah ada sejak dulu dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Meyab ini merupakan tradisi dari turun temurun, dinyakini bahwa taman yang ada dibawah ini (telaga Beteng) dipercaya taman niskala milik Ida Betara yang berstana di Pura Pucak Sari, dimana pada saat Meyab, Ida Betara melihat taman tersebut’ , kata Wayan Redika.
Selama Meyab ini, warga saling bersahut sahutan, ini merupakan bentuk sukacita dan rasa tiang gembira dikarenakan dapat mengiringi Ida Betara Meyab.

Melalui Ida Betara Meyab, warga berharap dilimpahkan kemakmuran dengan hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai nangluk merana (penolak bala) sehingga tanaman terhindar dari serangan hama penyakit.(Jul/Ktv)

Berita Terkait

Pidato Pengantar Terhadap LKPJ Bupati Badung ...
Dendy Astra Wijaya Hadiri Rapat Pleno ...
Emak – Emak Pusing H1 TPA Suwung ...
Bupati Badung Dukung Temu Wicara UMKM ...