Kutatv.Com || Denpasar.Lebih dari seratus peserta dari berbagai media baik cetak, elektronik maupun online pada Kamis (20/8/2026) memenuhi ruang aula PWI Provinsi Bali, Jalan Gatot Subroto Denpasar.
Para peserta mengikuti orientasi kewartawanan dan keorganisasian (OKK) PWI Provinsi Bali.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemaparan materi yakni peran, fungsi pers di Indonesia dan keorganisasian PWI Bali dengan narasumber Widminarko tak lain pinisepuh pers di Bali, dipandu oleh moderator I Nyoman Winata yang juga sebagai wakil ketua PWI Provinsi Bali.
Widminarko mengajak para peserta kilas balik ke masa lampau, melalui cerita yang dialami terkait sejarah pers tahun 60-an di Bali dan kiprah profesi beliau sebagai wartawan selama 56 tahun di Media Massa.
Ia juga mengingatkan agar wartawan tidak terikat ataupun menjadi anggota / pengurus partai politik yang sangat rawan terjadi konflik kepentingan, mempengaruhi independensi pers dan justru membelenggu kebebasan pers.
“saya merasa kurang bebas, kebebasan saya mulai terkekang terhadap keharusan – keharusan dan tidak boleh melenceng dari partai, dan itu bertentangan dengan bathin saya,” ungkap Widminarko
Widminarko juga mengingatkan kepada peserta OKK untuk menjadi wartawan yang independen tidak terlibat politik praktis.
“jika ada seorang wartawan dan terlibat politik praktis, anda akan mengalami dilema,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar para wartawan, tetap menjaga idealisme dan bisnis media.
Kepada para peserta OKK, Widminarko juga berharap agar ada wartawan yang dapat memecahkan rekor penghargaan nasional sebagai wartawan terbaik 3 kali berturut turut.(Ajk)


