PERKUMPULAN PENDIDIK PASRAMAN INDONESIA (P3I) GELAR MAHASABA I DI BADUNG

Mahasaba 1 Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), Memilih Ketua Umum Masa Jabatan 5 tahun dan Menyelaraskan serta Memberikan Kebebasan Umat Hindu Nusantara Dalam Menjalankan Adat Istiadat dan Tradisinya


Kutatv.com || Mangupura. Jelang Mahasaba I Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), atau juga disebut sebagai Rapat Kerja Nasional P3I Tahun 2026, pada Jumat (7/8/2026) di Ruang Madya Gosana, lantai 3 Gedung DPRD Kabupaten Badung, Puspem Badung.
Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk mesukseskan Mahasaba tersebut.
Mahasaba yang pertama kali dilaksanakan ini, diperkirakan akan diikuti sekitar 100 peserta dari Pesraman baik Formal maupun Non Fromal se-Bali dan sekitar 1000 Pesraman melalui via online (zoom metting), yang rencananya akan dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia.
Ketua umum panitia Mahasaba, Dr. Drs. I Nyoman Sarjana, M.I Kom saat ditemui pada Selasa (4/8/2026) menjelaskan bahwa Mahabasa yang pertama kali digelar ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama melihat potensi besar akan keberadaan pesraman di Bali Khususnya dan di Indonesia pada umumnya, melalui wadah yakni Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (PPPI).

“Mahasaba P3I ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama setelah melihat potensi besar dari keberadaan pesraman dalam meningkatkan kualitas SDM umat Hindu baik di Bali maupun Nusantara,’ jelas Sarjana.
Pada Mahasaba 1 ini, juga akan menjadi tonggak baru dalam pemjilihan ketua umum beserta pengurus Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), dimana dalam AD/ART lama Pemilihan Ketua Umum dilakukan 3 tahun sekali, namun melihat dinamika kedepannya maka akan dilakukan pemilihan ketua umum Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), untuk masa jabatan 5 tahun sekali, sehingga perlu dilakukan perubahan pada AD/ART.
‘Mahasaba 1 ini juga akan dilakukan pemilihan Ketua Umum Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I) untuk masa jabatan 5 tahun, dan juga menjadi evaluasi,” jelas Sarjana.

Menurut Nyoman Sarjana melalui Mahasaba ini, Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), melalui pemikiran dan aspirasi generasi muda untuk menyelaraskan dan memberikan kebebasan kepada umat Hindu di Nusantara, seperti Hindu Bali dengan tradisi, seni dan adat isitiadat Bali, Hindu Tengger dengan tradisi, seni dan adat istiadat Tengger, dan menyesuaikan adat isitiadatnya, jangan sampai membawa adat Hindu Bali ke luar
“jangan sampai membawa adat Hindu Bali keluar. Itu Gongnya. Agar nanti seperti Ngabennya disana / pakemnya disesuaikan disana, sudah cukup. Jangan sampai membawa Sulinggih dari Bali untuk muput di sana, itu membebani umat Hindu di daerah,” ungkap Sarjana.
“Terlebih generasi muda sekarang, melihat adat isitiadat dalam menjalankan tradisi Hindu Bali cukup berat, sehingga perlu adanya sebuah perubahan dan cara pandang, yang terangkum dalam Isa, Sakti, Desa, Kala, dan Tattwa,” tambah Sarjana.

Melalui Mahasaba 1 Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (P3I), menjadi media promosi untuk memperkenalkan pesraman secara luas di masyarakat sehingga menjadi kolaborasi bersama Akademisi, UMKM dalam hal ini pedagang, Masyarakat sekitar pesraman, dan Pemerintah terkaiit.
Mahasaba ini juga akan dihadiri oleh PHDI Pusat, Prajaniti, dan Universitas Hindu di Bali.

Berita Terkait

Buku Seabad Relokasi Batur Jadi Ruang ...
Sinergi Pemkab Jembrana dengan swasta, Kembang – ...
PWI Bali Percepat Konsolidasi Organisasi, Siapkan ...
I Wayan Ariasa Bekali Peserta MPLS ...