
KUTA – (Kutatv.com ) Antrean pembelian LPG subsidi di salah satu SPBU wilayah Kuta, mengular pada Kamis (7/8/2025). Kabarnya, kondisi serupa sudah sering terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa antrean sudah terjadi sebelum pukul 07.00 Wita. Pembelian diawali dengan penyerahan KTP sebagai antrean.
Menurut kabar yang dia terima dari warga lainnya mengularnya antrean pada SPBU tersebut lantaran tingginya harga beli di tempat lain. Sementara pada SPBU bersangkutan, tetap menggunakan Harga Eceran Tertinggi (HET). “Mungkin karena itu jadi banyak yang datang ke SPBU,” ungkapnya.
Kondisi ini juga sempat menjadi atensi salah seorang Anggota DPRD Badung asal Legian, I Wayan Puspa Negara. Menurut Puspa, kondisi yang kabarnya hampir terjadi setiap hari itu merupakan hal yang tidak boleh dibiarkan.
Hasil pengamatannya, hal itu terjadi akibat ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan tabung terisi. Yang mana kebutuhannya banyak, sementara ketersediaannya sangat terbatas.
“Saya sudah langsung kontak pihak terkait agar menambah suplai tabung terisi pada SPBU di Jalan Raya Kuta ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Antrian LPG semacam itu dinilai harusnya tidak terjadi di wilayah Kuta. Hal itu dipandang sangat memalukan, karena Kecamatan Kuta pada umumnya merupakan wilayah pariwisata internasional. “Makanya kami berharap agar di Kuta ini ada tambahan pangkalan-pangkalan baru sesuai dengan ketentuan berlaku,” ucapnya.
Puspa tidak menampik bahwa di lapangan juga terdengar kabar bahwa ada di tempat lain, harga jual LPG 3 kg terlampau tinggi. Bahkan ada yang menyebut bisa mencapai Rp35 ribu. “Padahal HET kan di harga Rp18 ribu. Jadi ini mengindikasikan adanya permainan harga di tingkat pengecer. Harusnya pihak Patra Niaga segera melakukan sumonev pada semua pangkalan terutama di Kecamatan Kuta,” dorongnya.
Dia juga meminta, ketika ada temuan pangkalan yang nakal, maka itu harus dikenakan sanksi tegas. “Jika sampai besok warga kami di Kecamatan Kuta masih ngantre gas 3kg, sepertinya warga kami belum menikmati kemerdekaan HET gas 3kg di HUT RI ke-80 ini. Maka, Senin saya akan langsung menghadap Manager Patra Niaga Denpasar untuk koordinasi lebih lanjut dan meminta agar bertanggungjawab atas kondisi ini,” pungkasnya. (ktv)


