Foto : Ilustrasi Tumpukan Sampah
KutaTv.Com || Badung. H1 Penutupan TPA Suwung, Denpasar menimbulkan keresahan para emak emak (1/4/2026) yang menaruh sampah di depan rumah, depan gang, bahkan di depan jalan.
Sampah – sampah tersebut, tidak dapat terangkut semua akibat mulai hari ini TPA Suwung tidak lagi menerima pembuangan sampah.
Di destinasi wisata, fenomena tumpukan sampah ini tidak dapat dihindari.
Begitupun di instansi pemerintah, dan pelayanan kesehatan seperti di puskemas, sampah milik pengunjung dan pegawai juga tidak dapat diangkut segera oleh DLHK Badung.
Walaupun sampah tersebut sudah mulai dipilah oleh masyarakat, namun belum dapat dioptimalkan dengan baik.
Begitupun sampah milik pedagang yang ada di pasar tradisional, para pedagang tidak serta merta diperbolehkan membuang sampah dagangnya di area pasar. Sehingga sampah tersebut, akan dibuang dan di tumpuk dengan sampah milik warga yang ditempatkan di depan jalan, ataupun di depan gang.
Bagi masyarakat yang masih memiliki area lahan kosong dan letak rumahnya tidak saling berhimpitan dengan tetangga, sampah tidak begitu menjadi masalah dan bisa di bakar segera.
Namun jika jarak antar tetangga saling berhimpitan, terlebih rumahnya bersebelahan/ berbatasan langsung dengan akomodasi wisata seperti hotel / restaurant, akan menjadi pemicu masalah baru dimana asap dari sampah tersebut akan memunculkan komplain / keluhan dari wisatawan yang menginap ataupun wisatawan yang sedang menikmati hidangan sarapannya.
Masalah sampahpun kian membuat rempong emak emak ditengah naiknya harga sembako dan himpitan kebutuhan sehari hari. ( Jul/Ktv)


