Ratusan Warga Desa Adat Kuta Ikuti Prosesi Nunas Tirta Ning


Kutatv.com || Mangupura. Ratusan warga Desa Adat Kuta mengikuti prosesi nunas Tirta Ning pada Selasa (11/8/2026) serangkaian upacara Atiwa Tiwa dan Atma Wedana Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung.

Iring iringan warga dengan berjalan kaki mepeed dimulai dari pengorong yang terletak di pesisir Pantai Kuta, melalui Jalan Bangkung Sari, terus ke timur menuju Jalan Kalianget, belok kanan menuju Jalan Kendedes dan berakhir di Beji Desa Adat Kuta yakni Pura Toya Ening Desa Adat Kuta, yang berada di sebelah timur Pura Puseh Desa Adat Kuta.

Adapun barusan paling depan diantaranya mulai dari pengasepan, barisan tebu, tombak, Kober, lelontek, canang oyodan, barisan lelunakan, tempat tirta, barisan sekeha Santi dan barisan bale ganjur serta warga dan para pemilet.

Menurut Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana,tujuan nunas tirta di Pura Toya Ening, memohon Tirta Amerta dari Dewa Wisnu, yang nantinya diperuntukan dalam upacara Atiwa tiwa.

“Nunas Tirta Ning ini untuk memohon kepada Dewa Wisnu, agar Tirta tersebut diperkenankan dipergunakan dalam upacara Atiwa Tiwa, sehingga upacara yang dilaksanakan memargi antar dan mendapatkan kerahayuan, “jelas Alit Ardana.

Sementara itu, Jero Mangku Desa I Nyoman Budi Utama menjelaskan esensi dari nunas Tirta Ning ini tidak terlepas dari cerita mahabarata, saat gugurnya Rsi Bisma, dimana saat menjelang ajal Rai Bisma merasa sangat haus, sehingga meminta Kurawa dan Pandawa membawakan air.

“nunas Tirta Ning ini berkaitan erat dalam upacara ngaben, dan dalam cerita mahabarata, saat menjelang Rai Bisma Gugur di medan kurusetra. Beliau saat itu merasa haus  dan ingin minum kepada keturanannya, berbagai air / Tirta diberikan namun tidak ditanggapi. Namun dengan cekatan, Sang Arjuna memanah ke tanah (ibu Pertiwi) untuk memohon Tirta Amerta, muncullah Tirta yang menyebut dan membasahi bibir Rai Bisma dan beliaupun sangat bahagia,” jelas Mangku Budi Utama.

Pada prosesi nunas tirta ini, dipentaskan tari pependakan, sebagai ungkapan tulus iklas, agar Dewa Wisnu berkenan memberikan anugrah nya berupa Tirta Ning tersebut.

Berbeda dengan nunas Tirta pada umumnya, prosesi nunas Tirta Ning dilakukan oleh Pemangku Desa, dengan sarana khusu berupa beras kuning dan uang kepeng.

Usai nunas Tirta Ning, iring iringan warga kembali menuju pengorong dari mulai jalan Kendedes, jalan kalianget, menuju jalan Bangkung Sari dan berakhir kembali ke pengorong.

Berita Terkait

RATUSAN WARGA DESA ADAT KUTA MENGIKUTI ...
Karya Atma Wedana Desa Adat Tuban ...
Gubernur Koster Dorong Atma Wedana Massal ...
Desa Adat Kuta Gelar Upacara Mesuddha ...