Penyineban Karya Agung Setelah 37 Tahun, Desa Adat Akah Gelar Upacara Nyenuk dan Nuwek Bagia


Semarapura.Kutatv.Com ||  Suasana atusias dan penuh semangat gotong royong menyelimuti warga setempat saat menggelar rangkaian Upacara Nyenuk, Kebat Daun, Mebangun Ayu, dan Penyineb Nuwek Bagia, pada Sabtu (24/10/ 2026) sebagai rangkaian dari Karya Agung Desa Adat Akah Klungkung.

Upacara ini merupakan penyineban dari rangkaian Karya Pamungkah Tawur Agung Nabung Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Agung yang dipusatkan di Pura Desa, Pura Puseh, serta Pura Taman Pucak Sari. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom

Bendesa Adat Akah, I Ketut Wirta, menjelaskan bahwa Upacara Nyenuk merupakan ungkapan rasa syukur mendalam atas kelancaran seluruh tahapan karya suci yang telah berlangsung. Dalam prosesi tersebut, warga beriringan membawa aneka sarana upakara dan hasil bumi (pula kerti), melambangkan turunnya para dewata untuk menganugerahkan kedamaian, kemakmuran, serta kerahayuan bagi masyarakat.

“Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Batuaji Griya Batuaji Desa Akah ini mencerminkan kesucian, kebersamaan, dan keteguhan sradha bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selanjutnya, ritual Mebangun Ayu dan Kebat Daun diselenggarakan sebagai simbol penataan keharmonisan antara alam semesta (palemahan), hubungan sosial masyarakat (pawongan), dan spiritual (parahyangan),” ujar Ketut Wirta.

Rangkaian prosesi kemudian ditutup dengan Penyineb dan Nuwek Bagia Pulakerti. Ritual Nuwek Bagia menjadi simbol penguncian dan penetapan segala doa kebaikan, keselamatan, serta keberkahan agar senantiasa melingkupi seluruh warga Desa Adat Akah.

Ketut Wirta menambahkan, momen ini terasa sangat istimewa karena Karya Agung yang melibatkan tiga pura sekaligus ini merupakan yang pertama kalinya digelar kembali setelah 37 tahun, di mana upacara serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1989. “Desa Adat Akah terdiri dari 6 banjar dan memiliki 4 pura. Setelah seluruh pura selesai direnovasi, tahun ini kami melangsungkan karya suci untuk tiga pura sekaligus, dengan puncak karya yang telah sukses dilaksanakan pada Senin 19 Oktober lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut mengingat skala upacara yang besar dan mencakup tiga lokasi pura, dana yang dibutuhkan mencapai miliaran rupiah. Anggaran tersebut bersumber dari bantuan pemerintah daerah serta swadaya (punia) dari krama adat setempat.

“Melalui pelaksanaan karya suci ini, kami berharap semangat gotong royong dan menyama braya warga Desa Adat Akah semakin erat sebagai wujud sradha bhakti kita kehadapan Ida Sesuhunan,” pungkas Ketut Wirta.

Berita Terkait

I Wayan Sukarya Terpilih Sebagai Ketua ...
Buka Lokasabha Xi, Bupati Ingatkan Phdi ...
Bupati Kembang Lantik Pejabat Baru, Tekankan ...
Bupati Satria Resmikan Pos Retribusi Pantai ...