Kutatv.Com || Badung – Upaya penanganan abrasi di Pantai Kuta memasuki tahap persiapan teknis. Proses pengisian pasir (sand nourishment) yang menjadi bagian dari program perlindungan garis pantai terlihat mulai dipersiapkan di lokasi, Jumat (20/2/2026).
Pantauan di lapangan, sejumlah pipa berukuran besar telah dibentangkan dari bibir pantai menuju tengah laut. Pipa tersebut diduga akan digunakan untuk mengalirkan material pasir hasil pengerukan ke titik-titik pantai yang mengalami pengikisan cukup parah.
Di perairan, terlihat aktivitas penyelam yang melakukan pengecekan teknis, sementara tongboat tampak menarik dan mengatur posisi pipa agar sesuai dengan titik pengerjaan. Beberapa pekerja juga bersiaga di sepanjang pantai dengan perlengkapan keselamatan kerja. Selain itu, mesin penyedot pasir berkapasitas besar telah disiapkan di lokasi dan dalam kondisi siap dioperasikan.
Salah seorang warga Kuta yang ditemui di lokasi, Nyoman Juliadi, membenarkan adanya aktivitas persiapan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah terlihat tanda-tanda akan ada pengisian pasir. Pipa sudah dipasang sampai ke laut, pekerja juga sudah siap dengan peralatannya,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah dalam mengatasi abrasi yang selama ini menggerus garis pantai Kuta, terutama saat musim angin barat dan gelombang tinggi. Namun ia berharap ada sosialisasi yang jelas kepada warga maupun pelaku usaha di sekitar pantai.
“Harapan kami ada pemberitahuan resmi atau papan informasi di lokasi, supaya wisatawan juga tahu ada pekerjaan. Jangan sampai membahayakan pengunjung yang sedang berenang atau beraktivitas di pantai,” katanya.
Pantai Kuta selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata Bali. Namun dalam beberapa tahun terakhir, abrasi kerap terjadi di sejumlah titik, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan lebar pantai menyusut dan berdampak pada kenyamanan wisatawan maupun pelaku usaha di sekitar kawasan.
Program pengisian pasir sendiri merupakan metode yang umum dilakukan untuk mengembalikan volume pasir yang hilang akibat abrasi. Pasir biasanya diambil dari titik tertentu di lepas pantai, kemudian dialirkan kembali ke garis pantai guna memperlebar dan memperkuat struktur alami pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida selaku instansi teknis yang menangani proyek tersebut belum berhasil dikonfirmasi terkait jadwal pasti pelaksanaan maupun durasi pengerjaan.
Masyarakat berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan efektif mengurangi dampak abrasi, sehingga Pantai Kuta tetap terjaga sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Bali.


