Kutatv.com || Mangupura. Struktur pemecah gelombang atau Breakwater 5 (BW 5) di pesisir Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Badung, mengalami kerusakan. Tiga batu pada bagian kaki ujung sisi utara breakwater yang berada di depan Shelter Tsunami Kuta dilaporkan lepas pasca diterjang gelombang besar pada Selasa (15/9) malam.
Atas kondisi tersebut dan telah dicek petugas proyek pada Jumat (18/9/ 2026), Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida memastikan kejadian tersebut bukan keruntuhan struktur breakwater. Batu yang terlepas hanya berada di bagian ujung kaki sisi utara dan tidak berdampak terhadap struktur utama.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono, mengatakan terdapat tiga batu yang lepas akibat gelombang besar. Pihaknya memastikan kondisi tersebut akan segera diperbaiki.
“Bukan runtuh, tapi lepas beberapa batu saat ada gelombang besar Selasa malam. Ini akan segera kita perbaiki,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026) siang.
Menurut Bambang, tiga batu yang terlepas berada di bagian ujung kaki BW 5 sisi utara. Tidak ada kerusakan pada struktur bangunan breakwater akibat kejadian tersebut. Ia mengatakan penanganan akan dilakukan sesegera mungkin dengan tetap memperhatikan kondisi pasang surut air laut. Perbaikan diperkirakan tidak membutuhkan waktu lama karena hanya menyangkut pemasangan kembali batu yang terlepas.
“Itu lepas tiga batu, di ujung kaki di sisi utara. Untuk struktur bangunan tidak terdampak. Ini kita mau langsung perbaiki,” jelasnya.
Bambang menyebut pekerjaan perbaikan diperkirakan hanya memerlukan waktu beberapa jam. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi air laut di lokasi.
Pihaknya saat ini masih memantau kondisi pasang surut sebelum menentukan waktu pelaksanaan perbaikan. Bambang mengatakan pihaknya juga tengah membahas waktu yang paling memungkinkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sebelumnya sempat disebut bahwa kondisi air laut baru memungkinkan penanganan pada sekitar 28 September. Namun, Bambang menegaskan pihaknya tidak serta-merta menunggu hingga tanggal tersebut.
“Tidak juga, ini kita masih lihat posisi air laut. Dan ini kita lagi membahas juga,” ujarnya.
Bambang memastikan lepasnya tiga batu tersebut tidak mengganggu fungsi BW 5. Struktur pemecah gelombang tersebut masih bekerja sebagaimana mestinya dalam meredam hantaman gelombang sebelum mencapai garis pantai.
“Secara fungsional aman, masih berfungsi,” tegasnya.
Kondisi BW 5 menjadi perhatian lantaran struktur tersebut merupakan salah satu dari lima unit breakwater yang dibangun BWS Bali-Penida di sepanjang pesisir Pantai Kuta sebagai bagian dari penanganan abrasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, BW 5 merupakan unit terakhir yang dikerjakan dan dinyatakan rampung pada 30 April 2026. Dengan rampungnya BW 5 tersebut, seluruh lima unit breakwater di Pantai Kuta telah selesai 100 persen. Kelima breakwater tersebut dibangun berjajar di kawasan pesisir Kuta. BW 1 berada di depan kawasan Hotel Anvaya, sedangkan BW 5 berada di sisi utara, dekat kawasan Setra atau kuburan Kuta.
Setelah pembangunan breakwater rampung, pekerjaan penanganan Pantai Kuta berlanjut pada tahap pengisian pasir. Keberadaan breakwater tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak gelombang dan menahan laju abrasi yang selama ini menggerus garis pantai Kuta.
Di tengah kondisi BW 5 yang mengalami lepas batu, BWS Bali-Penida juga memastikan tidak ditemukan kerusakan serupa pada empat breakwater lainnya.
“Tidak, breakwater yang lain aman,” kata Bambang.


