Komisi 4 DPRD Badung menggelar rapat kerja bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, bertempat di Ruang Gosana 3 lantai 2 Gedung DPRD Badung, Puspem Badung, Senin(23/2/2026).
KutaTv.Com || Mangupura,- Komisi 4 DPRD Badung menggelar rapat kerja bersama Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, terkait koordinasi menyambut Tahun Baru Saka 1948 (23/2/2026) bertempat di Ruang Gosana 3 lantai 2 Gedung DPRD Badung, Puspem Badung.
Dalam rapat kerja ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Badung, I Made Suwardana bersama anggota komisi, dan Kadis Kebudayaan Badung , I Gede Eka Sudarwitha.
Rapat Kerja ini, menjadi media koordinasi, Kadis Kebudayaan Badung I Gde Sudarwitha memaparkan dihadapan komisi 4 DPRD Badung, bahwa kali ini Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berdekatan dengan Malam Takbiran umat Muslim, sehingga perlu koordinasi antar instansi terkait PHDI dan MDA agar kondusif dan aman.

Dari pemaparan Kadis Kebudayaan Badung, bahwa penilaian Ogoh Ogoh di Kabupaten Badung, telah dilaksanakan mulai dari 18 – 21 Februari 2026 dan pelaksanaan Lomba Ogoh Ogoh yang dirangkai dalam Badung Saka Fest.
“Dari aspirasi Para Yuwana dan Sekeha Teruna, bahwa pelaksanaan Lomba Ogoh Ogoh tetap dilaksanakan di Puspem Badung” ungkap I Gede Eka Sudarwitha.
Sementara itu menurut Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Badung, I Made Suwardana, rapat kerja ini sebagai bentuk evaluasi agar kejadian kericuhan atas penilaian Ogoh Ogoh tahun lalu tidak kembali terjadi. Melalui rapat kerja ini, lebih awal merancang dan sebagai bentuk antisipasi.
“Kita menjadi khawatir kejadian tahun lalu terulang kembali, terutama terkait lomba Ogoh Ogoh. Tahun lalu ada protes dari Sekeha Teruna”, ujar Made Suwardana.
Pelaksanaan Badung Saka Festival yang dipusatkan di Puspem Badung, menjadi tantangan tersendiri sekaligus untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat Badung yang hadir menyaksikan Ogoh Ogoh Terbaik Badung.
“Beberapa pertanyaan terkait mobilitas Ogoh Ogoh dari tempat asal menuju Puspem Badung, Tenda untuk Ogoh Ogoh, Pementasan Ogoh Ogoh, dengan melibatkan banyak orang. Ini kita antisipasi agar tidak terjadi keributan selama pementasan dan juga faktor penilaian, agar semua peserta mendapat penilaian yang adil dan transparan, serta ketika Ogoh Ogoh kembali ke tempat asal, sehingga tidak terjadi kemacetan Terlebih Lomba Ogoh Ogoh di Kabupaten Badung euforia begitu luar biasa “ tambah Made Suwardana.
Paling penting dalam lomba Ogoh Ogoh kali ini yakni adanya persyaratan pemberdayaan Undagi Lokal Badung, sehingga Para Undagi di Kabupaten Badung mendapat ruang pembelajaran dalam merancang dan membuat Ogoh Ogoh itu sendiri.(Jul/Ktv)


