Disbud Badung akan melakukan klarifikasi dan verifikasi faktual atas dugaan keterlibatan Undagi Luar Badung dalam pembuatan Ogoh Ogoh .

KutaTv.Com || Mangupura – Viralnya pengaduan di media sosial tentang pembuatan Ogoh Ogoh di sebuah Sekeha Teruna di Kabupaten Badung diduga melibatkan Undagi Luar Badung, ditanggapi oleh Pemerintah Badung melalui Dinas Kebudayaan Badung (23/2/2026) sesuai Rapat Kerja dengan Komisi 4 DPRD Badung di Ruang Gosana 3 Gedung DPRD Badung, Puspem Badung.

Dihadapan para wartawan/jurnalis, media cetak dan online, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Sudarwitha, mengatakan hingga kini belum ada pengaduan terkait keterlibatan Undagi Luar Badung dalam proses pembuatan Ogoh Ogoh di Kabupaten Badung. Terlebih Dinas Kebudayaan telah menyiapkan wadah pengaduan jika diketemukanadanya keterlibatan Undagi Luar Badung, dengan syarat dilengkapi bukti otentik.

“Pelanggaran yang masuk baru sebatas melalui media sosial, sesunguhan kita telah membuatkan ruang / saluran resmi  di Instagram dan media sosial yang kami miliki. Namun apabila ada berita – berita pelanggaran, kami akan mencermati dan melakukan klarifikasi dan verifikasi secara administratif maupun secara faktual”, kata Gde Sudarwitha

Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Dinas Kebudayaan Badung, percaya bahwa Sekeha Teruna dan Para Yowana bahwatelah membuat dan memanfaatkan serta melibatkan Undagi Lokal Badung.

Gde Sudarwitha mengatakan, bahwa ada pembagian tugas antara mentor dan undagi dalam proses pembuatan Ogoh Ogoh. Dimana Mentor memberikan arahan/ panduan, namun yang bekerja adalah Undagi tersebut

“Namun apabila mentor, ikut memegang Ogoh Ogoh, ikut memotong besi, ikut nempel, itu sudah Undagi. Disana pelanggarannya. Namun apabila, masih memberikan arahan dan memberi panduan, kami kita itu belum melakukan pelanggaran. Bilamana ikut membuat sketsa dan mewarnai, nah disana sudah ada pelanggaran”, tegas Gde Sudarwitha.

Sementara itu Ogoh Ogoh di Kabupaten Badung yang telah jadi proses pembuatannya oleh Sekeha Teruna dan Yowana mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025. 

“Dari 597 Ogoh Ogoh yang dibuat oleh para Yowana / Sekeha Teruna di tahun 2026, yang sudah clear, mencapai 425 Ogoh Ogoh, sisanya yang belum selesai dikarenakan belum lengkap dengan aksesoris, pewarnaan, pemasangan tapel, ataupun pemasangan badong. Sedangkan di Tahun 2025, ada 300 an Ogoh Ogoh yang sudah clear “ ungkap Gde Sudarwitha.

Lomba Ogoh Ogoh yang dirangkai dalam Badung  Saka Fest digelar selama 3 hari oleh Pemerintah Badung, ini memberikan ruang kepada para Yowana / Sekeha Teruna untuk menunjukan kreatifitas dalam seni budaya di Kabupaten Badung.

Dalam Lomba Ogoh Ogoh kali ini penilaian Ogoh Ogoh 75 persen dan penilaian fragmentari 25 persen

Berita Terkait

DPRD Badung Apresiasi Lomba Ogoh – Ogoh ...
Ketua DPRD Badung Bersama Bupati Pimpin ...
Peringati HPSN 2026, Bupati Badung Pimpin Korve ...
Bupati Badung Ikuti Rakor Forkopimda Bali