Pengalaman Pande “Bule” Buat Kerajinan Dari Perak. 2 Jam Sudah Bisa Bikin Cincin


Mangupura.Kutatv.com || Suara lelehan perak, membelah suasana pagi. Ya, pada saat ini sejumlah wisatawan mancanegara sedang berupaya membuat kreasi cincin yang akan dibuatnya secara manual pada Senin (5/10/2026) di Kuta Bali Silver Jewelry Making Class di Jalan Legian Kuta, Badung.
Para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di daerah wisata Kuta dan Legian, kerap datang untuk merasakan pengalaman yang tidak dapat dirasakan di negara asalnya, dalam membuat kerajinan dari perak secara tradisional.

I Kadek Ade Putra, Admin Kuta Bali Silver Making Class, menjelaskan bahwa usaha ini telah berjalan selama 2 tahun, dan wisatawan utamanya dari mancanegara begitu antusias atas pengalaman dalam membuat kerajinan berbahan perak ini.
“Kita menjual experince ke wisatawan, jadi klo dulu tamu ke Bali itu cuma beli barang perak, perhiasan yang sudah jadi, kalau sekarang kita kembangkan lagi, kita memberikan mereka experence untu mencoba memuat lagsung bagaimana prosesnya dari awal dari melelehkan perak tersebut, dibentuk , dimodeling sampai di finishing hingga polishing,” jelas Ade

Adepun menambahkan para wisatawan yag mengikuti Silver Making Class ini akan ditemani oleh staf dan membantu kelancaran dalam membuat kreasi yang mereka ingin buat.
“Jadi mereka bener bener tahu bagimanan caranya dari awal hingga barangnya jadi. Disini profesionalnya di silver tapi dicabang lain juga ada gold dan silver class,” ungkap Ade
Setiap wisatawan yang mengikuti sesi making silver class ini, akan membayar 550 ribu rupiah, dengan mendapatkan bahan 5 gram perak.

“Untuk silver classnya kita jual di 550 ribu sudah termasuk 5 gram perak. Untuk 5 gram perak itu bisa membuat pendant, cincin, gelang, atau anting – anting,”jelas Ade
Ade menuturkan ada beberapa contoh desain yang bisa dicoba untuk di buat, bahkan tak sedikit pula yang membawa desain sendiri, dan dikerjakan secara manual tradisonal.
“Tamunya disediakan sample yang sudah ada, jadi mereka bisa pilih untuk membuat kategori apa atau mereka bisa membuat desain tersendiri, costume ya kita bantu juga buatkan, dari proses semuanya tradisonal semua pake alat – alat tradisonal juga bukan dari mesin cetak taupun casting,”ujar Ade.
Salah satu wisatawan yakni Lucius Naulls wisatawan asal Australia sudah 2 kali ikut serta belajar membuat kerajinan dari perak ini, yang pertama membuat cincin perak untuk neneknya,

“ini pengalaman yang unik dan tidak dapat ditemui di negara sendiri, disini bisa bebas berkreasi membuat kerajinan perak dengan dibantu oleh staf sehingga hasilnya cukup mengesankan,”jelas Lucius
Tak jarang, Ade juga menerangkan ke pada wisatawan bahwa di Bali ada golongan tertentu di masyarakat yang khusus membuat peralatan dari besi, perak dan emas. Baik berupa perkakas / peralatan sehari hari ataupun kerajinan tangandari perak taupun emas.
Ade juga menambahkan Berkat pengalaman yang didapat selama mengikuti making silver class, para wisatawan memberikan ulasan yang bagus/ positif baik via aplikasi ataupun dari google maps.
“belum ada sih yang bad review jadi tamunya puas semua, bahkan mereka bangga bisa buat, oo saya ternyata bisa buat ini ternyata,” tutup Ade.

Berita Terkait

Komisi 1 DPRD Badung Kunjungan Kerja Lapangan, ...
Dekranasda Badung Sukses Promosikan Produk Unggulan ...
Kriyanusa 2026, Dekranasda Klungkung Kenalkan Produk Kerajinan ...
Gandeng Its Surabaya, Pemkab Badung Rilis ...