MAHASABA PERTAMA PERKUMPULAN PENDIDIK PESRAMAN INDONESIA (P3I) DITANDAI DENGAN MEMUKUL ALAT MUSIK GAMBELAN, SIMBOL HARMONISASI ORGANISASI HINDU INDONESIA


Kutatv.Com || Mangupura. Untuk pertamakalinya, Perkumpulan Pendidik Pesraman Indonesia (P3I) menggelar Mahasaba pada Jumat (7/8/2026) di Ruang Madya Gosana lantai 3 Gedung DPRD Kabupaten Badung.

Mahasaba ini, mengambil tema tema pendidik sejahtera -siswa hindu cerdas menuju generasi emas hindu
Vidya Satyatama Mitra, dihadiri oleh Kadis PMA Prov. Bali. Ketua Umum Pengurus Harian PHDI, Ketua PHDI Kabupaten Badung, Kanwil Agama Kabupaten Badung, Ketua Umum DPN P3I, Pesraman baik formal dan non formal se Indonesia, universitas Hindu serta para tamu undangan lainnya.

Sebagai penyambutan atas kehadiran tamu undangan pada Mahasaba ini, dilakukan pembacaan sloka dan dipentaskan tari penyambutan yakni tari puspanjali, sebagai ungkapan selamat datang.

Mahasaba pertama Perkumpulan Pendidik Pesraman Indonesia (P3I) dibuka secara resmi oleh Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I G.A.K. Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H. Ditandai pemukulan tawa tawa dan diikuti oleh suara ceng ceng yang dibawakan oleh Ketua Umum Pengurus Harian PHDI, Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua PHDI Kabupaten Badung, Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag, Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Ketut Ariawan, S.H, M.Pd. H, Ketua Umum DPN P3I, Drs I Made Pande Cakra, M.Si, Ketua Panitia Mahasaba, Dr, Drs, I Nyoman Sarjana,M.I. Kom.

Alunan alat music gambelan ini, menjadi symbol harmonisasi organisasi Hindu di Indonesia
Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I G.A.K. Kartika Jaya Seputra, mengatakan bahwa dinas PMA mendorong desa adat di Bali untuk mendorong pembangunan pesraman, hal ini penting karena pesraman dapat mencetak SDM di Bali, utama anak anak yang sedang sekolah di SD, SMP dan SMA.

”Tantangan kita di Bali, globalisasi ini yang memberi dampak negative dan positif. Dampak negatifnya ini adalah terdegradasinya SDM Bali, yang dulunya dikenal jemet, tekun sopan santun itu terdegradasi. Ini menjadi kekhawatiran kita bersama, salah satu langkah strategis kita adalah bagaimana pesraman ini di bangun. Tujuannya adalah untuk mencetak SDM Bali Unggul,” jelas Kartika jaya.

Menurut Ketua Umum Pengurus Harian PHDI, Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Pesraman baik formal maupun non formal itu penting, untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu, menumbuhkan percaya diri dan memiliki daya saing tinggi ditingkat nasional maupun dunia.

“tidak menghilangkan identitas Hindu dan bangga Hindu, ini yang paling penting. Dilandasi dengan Satyam Shivam Sundaram,” ujar Wisnu Bawa Temaja.
Dari dewan pimpinan nasional Perkumpulan Pendidik Pesraman Indonesia melalui Ketuanya I Made Pande Cakra menjelaskan bahwa DPN P3I yang didirikan sejak 3 maret 2021 hingga sekarang telah melakukan konsolidasi dengan mendatakan dan mempersatukan pesraman di Indonesia.

“Yang menjadi kendala yakni jarak pesraman satu dengan lainnya berjauhan, sehingga menyulitkan melakukan komunikasi. Untuk menyiasati hal tersebut P3I melakukan pertemuan secara daring, untuk di tingkat provinsi disebut dekorwil sedangkan di kabupaten / kota disebut dekorkab,” ungkap Pande Cakra.

Made Pande Cakra menambahkan bahwa pesraman bertujuan untuk mengisi kekosongan pendidikan agama Hindu yang tidak diberikan di sekolah sekolah formal.
’’Bila tidak diisi kekosongan pendidikan Hindu tersebut, maka anak anak di luar Bali akan kehilangan agama Hindu, ini menjadi bom waktu,” tegas Pande Cakra.

Perkembangan pesraman di Indonesia dan di Kabupaten Badung menunjukan peningkatan yang cukup baik dan pemerintah Kabupaten Badungpun tetap memberikan apresiasi atas keberadaan pesraman, hal tersebut diutarakan oleh Kepala kantor kementerian agama kabupaten Badung, I Made Subawa, SE., M.Pd

“Pesraman menjadi dapur pembentukan karakter, inilah kelebihan pendidikan keagamaan di pesraman ini. Kita apresiasi dan mari kita bekerjasama dengan kementerian agama serta berkomitmen untuk dapat mencarikan solusi terbaik atas permasalahan yang ditemui di lapangan,” ungkap Subawa.

Sementara itu, Ketua pesraman Badung, Dr, Drs, I Nyoman Sarjana,M.I. Kom. Yang juga Ketua Panitia Mahasaba, mengatakan memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Badung atas perhatian yang diberikan kepada kehidupan beragama di Badung.
“Walaupun tanpa adanya dana operasional, tetapi tetap kita laksanakan dengan semangat ngayah. Mudah mudahan kedepan ada terobosan terobosan sehingga apa yang dirancang kedepan dapat tercapai,” ungkap Sarjana.

Dalam Mahasaba P3I ini juga dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan dan pin kehormatan.
Pada Mahasaba 1 Perkumpulan Pendidik Pesraman Indonesia, kembali terpilih secara musyawarah mufakat sebagai Ketua Umum DPN P3I, Drs I Made Pande Cakra, M.Si. ( Jul/ Ktv) 

Berita Terkait

Bupati Dukung Pramuka Kwarcab Badung Berprestasi ...
PERKUMPULAN PENDIDIK PASRAMAN INDONESIA (P3I) ...
Buku Seabad Relokasi Batur Jadi Ruang ...
Sinergi Pemkab Jembrana dengan swasta, Kembang – ...