Jero Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana
Kutatv.com II Mangupura. Desa Adat Kuta menggelar upacara maturpiuning di Pura Kahyangan Tiga dan Desa, Pura Prajapati, Sedahan Setra Desa , Catur Pata serta Prosesi Ngeruak bertepatan dengan Pegatwakan pada Budha Kliwon Pahang (22/7/2026) serangkaian Upacara Atma Wedana laln Atiwa Tiwa Desa Adat Kuta, Badung.
Prosesi maturpiuning dan ngeruak ini dipimpin oleh Pemangku Desa Adat Kuta, bertujuan memohon keselamatan dan kelancaran upacara.

Menurut penjelasan Jero Mangku I Nyoman Budi Utama, bahwa prosesi Ngeruak bertujuan untuk membersihkan tempat upacara sekaligus ini memohon kepada Sanghyang Ibu Pertiwi agar diperkenankan untuk mempergunakan tempatnya sebagai lokasi Atma Wedana dan Atiwa Tiwa.
“Minimal harus mempersiapkan tempat upacara, dan dipastikan tempat tersebut dibersihkan untuk tempat upacara Atiwa Tiwa dan Atma Wedana. Sekaligus memohon kepada Sanghyang Ibu Pertiwi agar diperkenankan menggunakan tempatnya untuk upacara Atiwa Tiwa dan Atma Wedana,” jelas Mangku Budi Utama
Pada upacara Ngeruak ini ada banten khusus yang dihaturkan, seperti nasi wong wongan. “Sanghyang Ibu Pertiwi terlebih dahulu dilinggihkan pada sanggah cucuk, ada banten sapuh lau, jagasatru dan nasi wong wongan,” jelas Mangku Budi Utama.
Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana mengatakan bahwa usai upacara Ngeruak ini akan dilanjutkan rangkaian upacara melaspas.
“Upacata Melaspas dilakukan 2 Agustus 2026 mendatang, “ kata Bendesa Adat Kuta Alit Ardana.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana berharap agar masyarakat Kuta memohon kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa agar prosesi upacara Atiwa Tiwa dan Atma Wedana dapat berjalan lancar.
Adapun warga yang mengikuti upacara Atiwa Tiwa dan Atma Wedana meliputi Ngelangkir 22 Sawa, Warak Kluron 35 Sawa, Atiwa Tiwa 9 Sawa , Atma Wedana 86 Sawa, Mepandes 64 orang.(Jul/Ktv)


