Lurah Kuta, Putu Dedik Adi Ardiana pada (17/4/2026) mengutarakan bahwa kesadaran masyarakat Kuta untuk memilah sampahnya kian tinggi dan tertib.(foto Ajk/Ktv)
Kutatv.com Ii Mangupura. Pasca pemerintah kabupaten Badung melakukan penerapan pemilahan sampah organik, anorganik dan residu khususnya di kelurahan kuta sejak 2 Minggu, kesadaran masyarakat Kuta kian tinggi.

Hal ini dapat dilihat dari 3 lokasi yang menjadi tempat pengangkutan sampah yakni Pujasera Segara, Pasar Seni Kuta dan Kantor Lurah Kuta, kian banyak masyarakat datang, sehingga tumpukan ataupun timbunan sampah ilegal di Kuta kian berkurang
Lurah Kuta, Putu Dedik Adi Ardiana pada (17/4/2026) mengutarakan bahwa kesadaran masyarakat Kuta untuk memilah sampahnya kian tinggi dan tertib.
Ini dapat dilihat dari jadwal pembuangan sampah yakni setiap hari Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu, untuk pengankutan sampah organik. Hari Selasa dan Jumat untuk pengangkutan anorganik dan residu.
Sedangkan hari Minggu tidak ada pengangkutan sampah.
“Setelah 2 Minggu ini Masyarakat Kuta kesadaran dalam pemilahan sampah ketika akan melakukan pembuangan sampah kian tinggi”, kata Dedik
Selanjutnya, pihak Kelurahan Kuta bersama instansi terkait akan menyasar pengusaha hotel, restaurant dan pedagang yang melakukan aktivitas di Kuta untuk turut serta mendukung langkah pemerintah dalam penanganan sampah berbasis sumber.
“Kita akan menyasar pengusaha hotel, restaurant, pedagang untuk menerapkan pemilihan sampahnya, untuk masyarakat yang tinggal di kos kosan, kita terus melakukan sosialisasi dan pemahaman akan pentingnya pemilahan sampah tersebut. Terlebih volume sampah organik terbilang tinggi di Kuta”, tambah Dedik.
Sementara itu, Ni Ketut Baktiani sangat mendukung langkah dari Kelurahan Kuta, dengan menyiapkan pos pengangkutan sampah, sehingga meringankan masyarakat dalam membuang sampahnya.
“Langkah ini bagus sekali dan oke sekali. Kalau mau masyarakat membawa dan membuang sampahnya disini. Tergantung juga orangnya, jika orangnya tidak mau ke kantor lurah untuk membawa sampahnya untuk dibuang, kapan kita akan terbebas dari sampah,” ujar Baktiani.( Jul/Ktv)


