Bakti Penganyar dan Bakti Pepranian Nyineb Ida Bhatara Pura Alas Arum Batur.

Kutatv.Com || Bangli – Rangkaian Upacara Karya Pujawali Sasih Kasanga di Pura Alas Arum Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli berakhir pada Selasa, 10 Maret 2026, bertepatan dengan Anggara Umanis Wayang. Krama Pangemong dan Panyungsung pura melaksanakan sejumlah prosesi penting dalam tahapan akhir karya, yakni Upacara Panganyar, Bakti Pepranian, serta Upacara Masineb Ida Bhatara-Bhatari Katuran Ngaluhur.

Tahap akhir Karya Pujawali ini diawali dengan Prosesi Bakti Penganyar yang mencerminkan semangat kebersamaan dan ikatan spiritual antar krama dalam menjaga kesucian pura serta keberlangsungan pelaksanaan yadnya. Setelah itu, rangkaian upacara dilanjutkan dengan Bakti Pepranian, yakni persembahan simbolis sebagai ungkapan rasa syukur umat atas anugerah kesuburan alam dan hasil bumi yang diberikan kepada umat. Dalam tradisi Hindu Bali, bakti pepranian menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dengan alam sebagaimana tercermin dalam nilai-nilai Tri Hita Karana.

Secara filosofis, bakti pepranian mencerminkan rasa terima kasih umat kepada kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Bhatara-Bhatari beserta manifestasi-Nya yang menjaga keseimbangan alam, khususnya dalam memberikan berkah berupa hasil pertanian yang menopang kehidupan masyarakat. Tradisi ini memiliki kemiripan makna dengan pelaksanaan bakti pepranian dalam rangkaian Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur maupun Pura-pura lainnya yang ada di Desa Adat Batur, yang dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Ida Bhatara Bhatari atas segala anugerah yang diberikan kepada umat selama satu tahun.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua ritual penting dalam Bakti Pepranian, yakni Baris Perang-perangan dan Matiti Suara. Ritual Baris Perang-perangan yang menggunakan sarana Bakti Petabuh Agung Manca Desa dengan ajengan atau nasi gibungan, secara filosofis mengandung pesan spiritual kepada umat agar senantiasa mampu “memerangi” hawa nafsu atau indriya dalam diri. Nilai ini dimaknai sebagai upaya menumbuhkan pikiran yang suci dalam menjalankan swadharma sebagai krama panyungsung Pura Alas Arum Batur, sekaligus menanamkan semangat juang dalam menghadapi dan menjalani kehidupan.
Sementara itu, ritual Matiti Suara juga memiliki filosofi yang sejalan, yakni sebagai Sabda / pesan / pengingat dari Ida Bhatara-Bhatari kepada umat agar selalu bersemangat dalam bekerja, mencari penghidupan, serta menjalani kehidupan dengan penuh kesungguhan. Kedua ritual tersebut sarat dengan pesan moral dan spiritual yang mengajarkan pentingnya ketekunan, kerja keras, serta semangat hidup yang seimbang antara usaha lahiriah dan bhakti spiritual.

Selanjutnya, rangkaian upacara Karya Pujawali Sasih Kasanga I Saka 1947 Tahun 2026 ini ditutup dengan Upacara Masineb (Ida Bhatara-Bhatari Katuran Bakti Ngaluhur). Dalam tradisi upacara Hindu di Bali, Masineb memiliki makna filosofis sebagai prosesi penyineban atau penutup dari seluruh rangkaian upacara setelah berbagai persembahan dihaturkan kepada Ida Bhatara. Prosesi ini menjadi simbol bahwa seluruh rangkaian bhakti dan persembahan umat telah dihaturkan dengan tulus, sekaligus memohon restu serta kerahayuan sebelum memasuki tahapan upacara-upacara selanjutnya.

Secara spiritual, pelaksanaan pujawali di Pura Alas Arum Batur juga memiliki makna penting dalam menjaga kesucian kawasan Alas Arum yang dikenal sebagai salah satu kawasan hutan suci di wilayah Batur. Kawasan Alas Arum sejak lama dipercaya sebagai wilayah yang memiliki kekuatan spiritual serta menjadi bagian dari sistem kesucian kawasan Batur yang berkaitan erat dengan keberadaan Pura Ulun Danu Batur sebagai pusat spiritual dan keseimbangan alam di wilayah pegunungan Batur.
Pamucuk Pura Alas Arum Batur, Jero Lingsir Alas Arum didampingi oleh Jero Penyarikan Alas Arum dan Manggala Prawartaka Karya / Kasinoman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut mendukung terselenggaranya rangkaian karya pujawali tersebut.

“Kami atas nama pamucuk, pangemong, prajuru serta seluruh pangempon dan panyungsung Pura Alas Arum Batur menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan, baik secara moral maupun material, serta ayah-ayahan krama yang telah diberikan sehingga pelaksanaan Karya Bakti Pamelaspas Bale Pemaruman serta Pujawali Sasih Kasanga ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keharmonisan. Semoga Ida Bhatara Bhatari yang berstana di Pura Alas Arum Batur senantiasa memberikan wara nugraha, kerahayuan, dan keselamatan bagi seluruh alam beserta isinya,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Karya Pujawali Sasih Kasanga, krama pangemong berharap kesucian kawasan pura dan hutan Alas Arum tetap terjaga, sekaligus memohon keselamatan, keseimbangan alam, serta kerahayuan bagi seluruh alam semesta.

Berita Terkait

Optimalisasi Pengawasan APBD, DPRD Badung Bimtek ...
DLHK Badung Genjot Kebersihan Pesisir pantai
Tak Hanya Panggung Kreativitas Ogoh-Ogoh, Badung ...
SMSI Usulkan Verifikasi Media Deserahkan Pada ...