Ribuan  Krama Desa Adat Kuta Ikuti Prosesi Nganget Don Bingin dan Nunas Tirta Ning


Kutatv || Mangupura. Ribuan pemilet dan krama Desa Adat Kuta, pada Senin (7/ 9/ 202) mengikuti prosesi upacara Nganget Don Bingin dan Nunas Tirta Ning di Pura Toya Ning, berada di sebelah timur Pura Puseh Desa Adat Kuta.
Iring – iringan pemilet dan krama desa dimulai dari Bale Penyadnyan, terletak di pesisir Pantai Kuta menuju tempat upacara
Pada saat nganget don bingin dan nunas tirta ning, diikuti oleh puluhan daha berbusana lelunakan, didominasi warna putih kuning dengan ciri khas tengkuluk di atas kepala.
Alunan gong baleganjur, mengiringi iring – iringan peed, melalui ruas jalan bakung sari, jalan kaliaget, dan jalan blambangan.

g Desa Adat Kuta, TNI / Polri dan Jagabaya Desa Adat Kuta.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana mengatakan agar selama pelaksanaan prosesi Mepeed Nganget Don Bingin dan Nunas Tirta Ning, seluruh pemilet dan krama senantiasa tertib. Prosesi Nganget Don Bingin dan Nunas Tirta Ning, untuk nantinya dapat dipergunakan dalam rangkaian upacara Atiwa tiwa Atma Wedana
“Agar Sang Hyang Atma nantinya dapat dilinggihkan di Puspa Lingga, pada upacara Atiwa -Tiwa Atma Wedana di Desa Adat Kuta. Sedangkan untuk nunas tirta ning ini bertujuan , agar pikiran seluruh peserta Atiwa Tiwa senantiasa ening (hening) suci nirmala dan tidak dikotori dengan hal – hal lainnya dalam mengkuti upacara ini,”jelas Alit Ardana.
Prosesi upacara Nunas tirta ning dan Nganget don bingin dipimpin oleh Pemangku Kahyangan Tiga Desa Adat Kuta.

Menurut penjelasan Pemangku Kahyangan Tiga Desa Adat Kuta, Mangku I Nyoman Budi Utama, bahwa nganget don bingin dalam penyekahan sangat penting sekali, untuk sarana sekah. Untuk nunas tirta ning untuk pereresik atau tirta pembersihan untuk Dewa Pitra.

“Kenapa pakai don bingin, karena pohon beringin dalam cerita Prabu Angantaka, atau Begawan Selukat/ Mpu Kuturan) disana diceritakan bahwa pohon beringinitu paling terakhir datangnya dalam memohon tirta penglukatan Begawan Selukat Sehingga Pohon Beringin setelah di lukat diberi tugas bahwa Dewa Pitra setelah di sekah diberikan tempat di daun beringin. Karena pohon beringin itu punya buah tanpa berbunga. Shingga tugas dari pohon beringin memberikan tempat berteduh dari Dewa Pitara,” ungkap Mangku Budi Utama
Iapun juga menambahkan bahwa don bingin sendiri akan dipergunakan untuk badan sekah kurung yang nantinya akan distanakan Dewa Pitra
“Jadi dalam Nyama Tatwa dan Purna Tatwa disebut tentang ada perbedaan laki dan perempuan, untuk laki laki dipergunakan 59 lembar daun bingin sedangkan untuk symbol perempuan dipergunakan 33 lembar daun beringin” jelas Budi Utama.

Selama Ngaget Don Bingin, Pemangku setiap batang dberingin yang jatuh, akan ditangkap denga tikar khusus, dan akan ditentukan apakah nanti akan digunakan untuk puspa lingga laki – laki atau sebaliknya perempuan.
Pada upacara Atiwa Tiwa di Desa Adat Kuta diikuti oleh 91 Sawa.
Pada prosesi nganget don bingin dan nunas tirta ning, turut dihadiri oleh Camat Kuta, Sekcam Kuta, Bendesa Adat Kuta bersama Prajuru Desa, Panitia Atiwa – Tiwa Atma Wedana, Seka Santhi Desa Adat Kuta, Serati Banten, dan Krama Banjar Anyar.

Berita Terkait

Rasniathi Adi Arnawa Lantik Ketua Tp. ...
FGD SMSI Bahas PFII, Bali Dinilai ...
TERJEBAK DI TEBING, 1 ORANG DISELAMATKAN TIM ...
Lahan Milik Pemkab di Kawasan Nuanu ...