MAKNA PERAYAAN HARI RAYA GALUNGAN DI BALI

Foto : Ilustrasi prosesi Upacara tradisi Umat Hindu di Bali (Ajk)

 

Hari Raya Galungan adalah salah satu perayaan penting dalam agama Hindu di Bali, Indonesia. Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali, berdasarkan kalender Bali (Pawukon), yaitu pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan. Perayaan ini biasanya berlangsung selama 10 hari, dengan puncak perayaannya pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan.

Makna Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali adalah sebagai berikut:

1. Kemenangan Dharma (Kebenaran) atas Adharma (Kekesalan/Kejahatan): Galungan memperingati kemenangan dharma (kebenaran dan kebajikan) atas adharma (kejahatan dan ketidakbenaran). Ini melambangkan perjuangan antara kebaikan dan kejahatan, di mana kebaikan selalu menang. Umat Hindu percaya bahwa pada hari ini, dewa-dewa dan leluhur turun ke bumi untuk memberikan berkat dan perlindungan kepada umat yang berbuat baik.

2. Penghormatan kepada Leluhur dan Dewa-Dewa: Galungan adalah waktu untuk menghormati dan mengenang leluhur serta dewa-dewa. Umat Hindu di Bali percaya bahwa pada hari ini, roh leluhur dan dewa-dewa hadir dan memberikan berkat kepada keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, mereka menyiapkan berbagai sesajen (persembahan) di rumah dan pura (tempat ibadah) untuk menghormati dan memohon perlindungan.

3. Pembersihan dan Pemurnian Diri: Galungan juga merupakan momen untuk melakukan pembersihan dan pemurnian diri, baik secara spiritual maupun moral. Umat Hindu di Bali menggunakan kesempatan ini untuk introspeksi diri, memperbaiki diri, dan meningkatkan kesadaran spiritual. Mereka juga melakukan ritual pembersihan di rumah dan lingkungan sekitar dengan menggunakan air suci (tirta) dan dupa.

4. Keluarga dan Kebersamaan: Perayaan Galungan juga menekankan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga. Umat Hindu biasanya mengunjungi keluarga, bertukar makanan, dan melakukan kegiatan bersama untuk memperkuat ikatan keluarga dan komunitas.

5. Rasa Syukur dan Pengucapan Terima Kasih: Galungan adalah waktu untuk mengucapkan syukur atas berkat dan anugerah yang diterima, serta memohon ampun atas kesalahan. Umat Hindu menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, dewa-dewa, dan leluhur atas perlindungan dan rezeki yang diberikan.

Dalam perayaan Galungan, umat Hindu di Bali melakukan berbagai kegiatan, seperti:
– Menyiapkan penjor (hiasan dari bambu dan janur) di depan rumah sebagai simbol kemenangan dharma.
– Membuat sesajen (persembahan) berupa makanan, bunga, dan dupa di rumah dan pura.
– Melakukan sembahyang dan ritual keagamaan di pura dan rumah.
– Mengunjungi keluarga dan kerabat untuk mempererat hubungan dan kebersamaan.
– Menghidupkan semangat kebajikan dan melakukan perbuatan baik sebagai wujud kemenangan dharma.

Dengan demikian, Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali adalah momen spiritual yang penting untuk memperkuat iman, meningkatkan kesadaran akan kebajikan, dan merayakan kemenangan kebaikan.

Berita Terkait

Bupati Badung menghadiri karya sakral ngerehan ...
Graha Wicaksana dukung dan apreasiasi pemberdayaan ...
Tawur Kasanga tetap dilaksanakan saat Tilem, ...
Hujan deras tidak menyurutkan Masyarakat Kuta ...