Menteri DIKTI Saintek RI Buka KONASPI XII 2026 Ditandai Pemasangan Puzzle, Ingatkan Negara RI Memiliki Bonus Demografi

 

Mangupura. Kutatv.Com || Menteri DIKTI Saintek RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M. Eng., Ph.D. mengingatkan kepada seluruh peserta Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia, bahwa kita punya permasalahan yang harus dituntaskan bersama di tahun 2045, mulai bonus demografi, AI dan teknologi, serta agenda nasional seperti hilirisasi, ketahanan pangan, energi, dan juga kesehatan.

Ini dikemukakan saat Menteri DIKTI Saintek RI, Prof. Brian Yuliarto membuka Konvensi Nasional Pendidikan Nasional (KONASPI XII) tahun 2026 pada Jumat (2/10/2026) bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNCC), Kuta Selatan, Badung.
Pembukaan KONASPI XII ditandai pemasangan kepingan puzzle, meliputi AI dalam Pendidikan, mutu Guru, literasi numberasi, sains dan karakter bangsa oleh Menteri DIKTI Saintek RI, Prof. Brian Yuliarto bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Univeritas Pendidikan Ganesha bertindak selaku tuan rumah ajang 2 tahunan ini dilaksanakan 2 – 4 September 2026 mengangkat tema Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045, Inovasi, Kolaborasi dan Pendidikan berkelanjutan.
Prof. Brian Yuliarto juga mengingatkan sejak tahun 1990 hanya ada di seluruh dunia ini 34 negara berpendapatan menengah yang bisa naik kelas, menjadi negara berpendapatan tinggi, dan di tahun 2023 ada 108 negara antri untuk naik kelas.
“Presiden selalu menyampaikan target kita , target negara kita sejajar dengan negara lain dalam artian sejajar dengan negara – negara yang berpenghasilan tinggi, yaitu 15.000 USD,” jelas Prof. Brian

Prof Brian menambahkan, untuk prodi yang sedikit mahasiswa dan lulusannya kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan untuk dilakukan penyatuan dengan prodilainnya.
“Prodi yang sepi peminat, dapat disatukan sehingga adminitrasi lebih mudah, akreditasi lebih murah, jika akreditasi mahal, saya juga yang dikomplain. Kita harus membuat paradigma jangan tersekat sekat administrasi, asal kita jelas apa lulusan kita, bagaimana dampak kepada masyakarat, apa persoalan daerah yang dapat selesaikan,” ungkap Prof. Brian.

Menteri DIKTI Saintek RI, Prof. Brian Yuliarto juga menyoroti kekuatan sumber daya pendidikan tinggi di Indonesia seperti ada 34.7111 proram studi naik 2,9 persen di tahun 2024, ada 328 ribu dosen di seluruh bidang ilmu, ada 11,5 juta mahasiswa terdaftar, naik 4,6 prsen dari tahun 2024, dan ada 2,78 juta lulusan pada 2025 naik 2,1 persen dari tahun 2024.
“Komposisi program studi didominasi perguruan tinggi swasta sebesar 54,8 persen, dengan bidang ilmu melputi Pendidikan, Teknik, kesehatan, sosial, dan ekonomi,” ungkap Prof. Brian.

Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd dalam sambutannya kita berkumpul dalam kegiatan KONASPI XII dengan satu misi besar untuk menyatukan langkah kita yaitu melakukan Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045.
“Ada 3 hal mendasar yang perlu digarisbawahi bersama dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia XII yakni pertama pendidikan merupakan gerbang utama dalam pembangunan SDM dan penguatan karakter bangsa. Kedua KONASPI harus hadir dalam rujukan strategis pengambilan kebijakan pendidikan nasional, Konvensi ini bukan guru akademik 2 tahunan melainkan wadah pemikiran kolektif. Ketiga penguatan peran LPTK dalam mencetak generasi unggul, LPTK jantung sebagai ekositem mampu mengambil peran yang jelas dsn tegas,” ungkap Prof. Wayan Lasmawan.
KONASPI XII Tahun 2026 melibatkan 1.694 peserta dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Negeri anggota Forum Rektor LPTKNI.( Jul/Ktv)

Berita Terkait

Hadiri Kunker Banggar DPR RI, Bupati ...
Pemkab Klungkung Ngaturang Bakti Penganyar di ...
Tim Banggar DPR RI Kunjungi Bali, ...
Hadiri Kunker Banggar DPR RI, Wabup ...