Mangupura.Kutatv.Com || Menyambut HUT SIP School Bali ke 23 tahun, mengelar kegiatan penanaman pohon bersama Bunda Paud Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa, dengan tema hijaukan lingkungan tumbuhkan masa depan pada Rabu (14/10/2026) di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Desa Adat Legian,Kuta Badung.
Kegatan penanaman pohon, dirangkai dengan aksi bersih bersih anak anak Paud dan TK SIP School, untuk lebih mengenalkan lingkungan dan alam sekitar.
Bunda Paud Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa saat menanam pohon jenis nagasari, berharap aroma harum bunga dari pohon ini kelak akan mengharumkan nama Badung, dan juga SIP School, sehingga mampu menopang kehidupan masyarakat sekitar.
Utamanya anak anak SIP School yang mengenal jati dirinya melalui budaya, tradisi dan adat istiadat.
“Hari ini saya hadir di SIP School di Legian, sebagai daerah pariwisata sehingga kita mengharapkan anak – anak semua mengenali budaya kita karena sesuai dengan visi peerintah kabupaten Badung adalah mewujudkan pariwisata yang berkualitas yang berbasis budaya, sehingga anak anak diajari budaya adat istiadat dan tentunya tidak meninggalkan perkembangan jaman”, jelas Rasmiathi
Bunda Paud Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa juga memberikan apresiasi atas metode pengenalan akan Bahasa sebagai media komunikasi dan juga mampu merekatkan persatuan dan kesatuan diantara anak didik.
“Disini diajarkan bahasa Ingris, karena daerah pariwisata, tetapi tidak juga meninggalkan Bahasa Indonsia dan Bahasa Bali tentunya, seperti tadi kita dengarkan anak anak membawakan lagu Bahasa Inggris, lagu Bahasa Indonesia dan lagu berbahasa Bali”, ungkap Rasmiathi
Di usia SIP School ke 23, Rasmiathi berpesan untuk tetap berkolaborasi bersama pemerintah,dan juga orang tua siswa sehigga terjalin sinergitas demi membangun gerasi emas anak Indonesia.

’Di hari ulang tahun SIP School ke 23, isemoga SIP School semakin jaya dan tetap berkolaborasi dengan apparat pemerintah dan juga orang tua siswa.i In dapati terjalin erat dan isudah bagus dan dipetahankan kembali”, pesan Rasmiathi
Sementara itu, Kepala Yayasan SIP School I Wayan Sarjana menjelaskan bahwa kegiatan menanam pohon initidakserta merta menanam saja, namun juga sebagai sebuah harapan masa depan.
“Pertama yang paling penting adalah bagimana hari ni kita membuat kegiatan menanam pohon ini tidak sekedar menanan. Ini adalah harapan kita supaya Legian ini go green. Makanya kita membentuk namanya green partner supaya betul – betul tidak hanya menanam terus mati, yang paling penting menjadi sebuah memorie/ kenang -kenangan,”jelas Sarjana.
Walaupun anak – anak SIP School baru berumur 3 tahun, namun 20 tahun mendatag sudah menjadi pohon luar biasa besar.
“Sekarang anak – anak umur 3 tahun, menanam lagi 20 tahun luar biasa menjadi paru paru, Legian menjadi green,”ungkap Sarjana
Sarjana juga menambahkan Tri Hita Karana tidak hanya menjadisloga semata, tanpa berbuat langsung untuk alam.
“SIP School ini melakukan langsung action is very important than talking”, ujar Sarjana
Diharapkan anak -anak SIP School tidak hanya menjadi generasi cerdas dan sukses semata, namun juga dekat dan cinta akan alam sekitar.
“Kedepannya anak – anak SIP School ini menjadi pahlawan lingkungan”, harap Sarjana
Kegiatan dalam menyemarakan Hut Sip School juga diisi dengan menyanyi sembari memainkan alat music uku lele yang tentu saja mendapat sambutan luar biasa dari Bunda Paud, Camat Kuta,Lurah Legian, Bendesa Adat Legian, Kepala Sekolah SIP School, Rotary Seminyak, LPM Legian, Pengusaha Hotel di Legian.


