
Denpasar, 29 Januari 2025 – Arak Bali, minuman tradisional khas Pulau Dewata, kini telah menjadi salah satu komoditas unggulan yang mendunia. Perjalanan transformasi Arak Bali dari sekadar atribut upacara adat menjadi produk ekonomi bernilai tinggi tidak lepas dari peran signifikan Wayan Koster, Gubernur Bali periode 2018-2023 dan terpilih kembali untuk periode 2025-2030.
Pada tahun 2020, Koster menginisiasi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Langkah ini menjadi dasar legalisasi Arak Bali, membuka peluang bagi para petani dan pengrajin lokal untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas.
Untuk mendukung pemasaran produk lokal, termasuk Arak Bali, Koster juga menerbitkan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Kebijakan ini diperkuat dengan Surat Edaran Nomor 5774 Tahun 2019 yang mewajibkan hotel, restoran, dan pasar modern untuk mengutamakan produk lokal.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap Arak Bali, setiap tanggal 29 Januari diperingati sebagai Hari Arak Bali, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-I/HK/2022. Pada peringatan tahun ini yang mengusung tema “Arak Bali For The World”, Koster menyatakan, “Kita harus bangga, para tetua kita mewariskan karya budaya yang luar biasa, arak ini. Gunakanlah ini secara positif, bukan untuk mabuk, tapi untuk kesehatan dan memecahkan masalah.”
Kini, Arak Bali tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Para petani dan pengrajin Arak Bali merasakan manfaat ekonomi yang signifikan dari kebijakan-kebijakan tersebut. Koster menegaskan komitmennya, “Jangan biarkan Bali terus digempur produk impor yang menekan kehidupan rakyat! Saya tidak akan berhenti memperjuangkan Arak Bali agar semakin kokoh di pasar dunia.”
Perjalanan Arak Bali dari tradisi lokal menuju pasar global menjadi contoh sukses bagaimana kebijakan yang tepat dapat mengangkat produk tradisional menjadi komoditas berdaya saing tinggi di kancah internasional.