Kutatv.com || Mangupura. Puluhan sange urip dibawa oleh para pemilet menuju tempat upacara Ngulapin pada Jumat (4/9 /2026) di Depan Pura Segara Desa Adat Kuta, Kuta, Badung.
Ada 91 sange urip yang mengikuti prosesi ini, dan menjadi symbol dari Sang Atma dalam mengikuti prosesi panjang upacara Atiwa – Tiwa Atma Wedana yang digelar oleh Desa Adat Kuta secara massal.
Diawali dengan prosesi maturpiuning di Pura Segara Desa Adat Kuta, yang dipimpin oleh Pemagku Pura Segara, dimana setiap pemilet menghaturkan pejati, bertujuan memohon ijin dan restu kepada Ida Betara Baruna penguasa samudera, agar Sang Atma diperkenankan hadir mengikuti tahapan pesucian berikutnya, melalui prosesi upacara Atiwa Tiwa dan Atma Wedana.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, mengingatkan dan memohon dengan sangat kepada pretisentana (keturunan Sang Atma), agar senantiasa sabar dan tulus iklas selama prosesi ngulapin.
“Ini penting dan utama, karena kita pretisentana akan menuntun pelingsir kita (sang atma) yang berada di samudera agar berkenan hadir dan mengikuti Ngulapin. Untuk nantinya melinggih di Sangge Urip,” ungkap Bendesa Alit Ardana.
Sangge Urip sebagai symbol dari badan sang atma, sangat penting dalam ngulapin kali ini.
“Sangge Urip dengan terdapat Kuangen didalamnya. Kuange merupakan simbol dari Sang Atma, dan Sangge Urip merupakan simbol dari badannya,” jelas Alit Ardana.

Iapun meminta kepada seluruh pemilet, untuk senantiasa membawa sangge urip tersebut, agar tidak jatuh ataupun rusak selama proses upacara.
Selama Ngulapin, seluruh pemilet dengan khuyuk dan tertib mengikuti tahap demi tahap proses upacara dengan dipimpin oleh Pemangku Kahyangan Tiga Desa Adat Kuta.
Jero Mangku I Nyoman Budi Utama menjelaskan Ngulapin atau juga disebut sebagai upacara nebusin Sang Dewa Pitara, yang saat ini belum disebut sebagai Dewata Dewati. Bilamana sudah dalam tahapan Upacara Nyegara Gunung , baru disebut Dewata Dewati
Mangku Budi Utama yang juga Pemangku Kahyangan Tiga Desa Adat Kuta menngungkapan prosesi ini melalui tahapan paling awal yakni dilaksanakan prosesi pengabenan dan diiringin nganyut ke segara
“Sekarang tebus di segara, nunas ica kehadapan Ida Betara Baruna, dan Ida Betara Prajapati, karena akan dilanjutkan upacara Atma Wedana atau Nyekah,”ungkap jero Mangku Budi Utama.
Mangku Budi Utama mengungkapkan bahwa inilah yang menjadi faktor dimana ngulapin/ nebusin dilakukan di Segara, dimana Sang Atma akan menjalani upacara Sekah Kurung untuk kemudian dilingihkan. Inilah disebut sebagai Puspa Lingga,
“Akan dilanjutkan dengan prosesi upacara munjung , sekah dan melaspas sekah, kemudian mepurwa daksina. Barulah puspa lingga nya dapat di tempatnya, ini lah yang disebut Betara -Betari dengan sarana persembahyangan yang harus dilengkapi berupa kwangen., “tutup Mangku Budi Utama ( Jul/Ktv)


