Puspa Negara Khawatirkan Budaya Agraris dan Pertanian Hilang Berefek Pariwisata Badung Juga Menghilang


Kutatv.com || Mangupura. Perkembangan pembangunan di Munggu telah jauh melampaui wilayah Badung Selatan dari perspektif trantib dari trafiknya luar biasa, hal ini patut disyukuri.

Hal itu diutarakan oleh Anggota Komisi 1 DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara pada Senin (31/ 8/ 2026) saat mendengarkan keluhan petani Munggu.

Setiap pertumbuhan dan perkembangan, termasuk pertumbuhan ekonomi, dapat dipastikan akan membawa konsekuensi.

Ada 4 konsekuensi dasar, yang pasti akan kita alami di daerah yang berkembang seperti ini.

Pertama slob area, akan terjadi kekumuhan area itu sudah pasti terjadi, kedua kriminalitas yang meningkat, ketiga hancurnya tata ruang, ini yang sudah terjadi dan itu menjadi konsekwensi pembangunan, dan keempat terjadinya prilaku yang tidak bisa dikendalikan, termasuk prilaku wisatawan ataupun prilaku warga.

“Ini disebutkan dalalm teori pembangunan, tapi kita perlu antisipasi,” jelas Puspa Negara.

Menurut Puspa Negara, dalam kondisi daerah Munggu seperti sekarang, timbul pertanyaan sakit kah petani kita sekarang ?. Dengan perkembangan desa Munggu menjadi desa wisata seperti sekarang. Atau yang juga menjadi pertanyaan petani di Munggu ingin bertransformasi cepat cepat ngak?

“Sewang be lahan neh, pang anggon villa daripada jadi petani sing maan ape,” ungkap Puspa Negara.

Puspa Negara menyakini petani dan pertanian, kita ingin menjaga lahan pertanian kita. Karena di Kabupaten Badung ada RDTR, Rencana Detail Tata Ruang Wilayah yang kawasan Mengwi, Kuta Utara dan Kuta akan di re – evaluasi.

“Mari kita bersama – sama lihat dimana LP2B, LSD, dimana PS nya (perlindungan subak). Kita sepakat, mari kita proteksi petani dan lahan pertanian kita,” ungkap Puspa Negara.

Bagi umat Hindu di Bali, bertani menjadi modal dasar budaya agraris.

“Semua budaya kita itu berasal dari pertanian. Kalau pertanian hilang , modal dasar kita pasti ada yang hilang. Otomatis pariwisata kita pasti menghilang juga,” ungkap Puspa.

Puspa Negara juga memberikan contoh di daerah Kuta, dimana turis sudah bergeser ke daerah Munggu karena masih memiliki lalhan hijau.

“Kuta sudah tidak memiliki lalhan hijau, tidak ada LSD, LP2B, PS karena semua sudah terbangun,” jelas Puspa Negara

 

 

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti ...
Sempat Terkendala Biaya, Lima Siswa SMAN 1 ...
Buka Bhakti Negara Cup I 2026, Bupati ...
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya ...