Pelukis I Wayan Sution dari Banjar Puseh, Kediri Tabanan.
Kutatv.Com || Tabanan. Ide kreatif sekaligus unik dilakukan oleh seorang pelukis I Wayan Sution dari Banjar Puseh, Kediri Tabanan.
Memanfaatkan limbah dari kayu jati, Wayan Sution melukis berbagai jenis tokoh pewayangan seperti Delem, Tualen, Sangut, Merdah, Bima, Yudistira, sosok Rangda dan Buddha.
Tidak itu saja, melalui keahlian melukisnya, Sution juga menuangkan lukis melalui media kayu tersebut seperti ikan, kupu – kupu, dan burung serta naga.
Menurut Sution yang telah menekunin melukis sejak lama, saat ditemui di Stand Pameran Tanah Lot Art And Food Festival ke 7 tahun 2026 pada Minggu (3082026), keunikan dari lukisan di atas kayu terletak dari munculnya serat kayu pada setiap lukisannya.
Untuk menuangkan ide lukisannya tidak dilakukan secara sembarangan, Ia terlebih dahulu menyesuaikan dengan media kayu yang cocok.
Iapun menjelaskan ketertarikannya untuk melukis di atas media dari limbah kayu jati, agar penikmat seni lukisannya mendapatkan harga terjangkau dan juga unik
“Ini tertariknya dulu perbandingan dari kanvas, terus balik ke kayu agar harganya terjangkau. Untuk tingkat kesulitannya sama, tapi untuk pengarapannya lebih gampang di kayu, lebih cepat dan langsung bisa jadi. kalau di kanvas, harus nunggu kering dulu, baru proses,”ungkap Sution.
Untuk bahan cat, Sution mengatakan ada yang sama seperti cat acrelik, hanya cat air yang dipergunakan harus khusus kayu.
“Estimasi pengerjaan untuk kanvas seperti lukisan tanah lot ini paling tidak 4 – 5 hari. sedangkan untuk kayu dalam satu hari bisa melukis 3 buah lukisan, karena melukis wayang sudah saya gemari sejak dari dulu,”jelas SutionUntuk harga jual lukisan kayu, Sution membanderol harga mulai dari Rp. 100.000 – Rp. 600.000 tergantung tingkat kerumitan lukisannya.
“Karya lukisan kayu ini sudah ada wisatawan asing yang tertarik untuk beli dan dipajang di villanya, ada juga yang membeli dari DTW Sangeh, dan juga dari Sukawati yang memborong lukisan kayu tersebut,” ungkap Sution.
“Untuk lukisan pemandangan, tidak bisa karena bahan kayu jati terbilang mahal, dan cenderung dipergunakan untuk mebel,”tutup Sution.
Melalui pemanfaatan limbah kayu jati ini, Pelukis Wayan Sution berharap lebih banyak lagi tertarik membeli karya lukisannya, karena hasil karyanya belum ada pesaing.


