Kutatv.com II Tabanan. Warga Subak Ganggangan pada MInggu (23/8/2026) terlebih dahulu membuat Duasa di masing – masing rumah untuk kemudian di bawa ke Pura Bedugul di Desa Adat Pagi, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
Petajuh Desa Adat Pagi, I Wayan Subawa, Krama Desa Adat Pagi menjelaskan tidak semua warga desa membuat Duasa, hanya khusus untuk warga yang masih memiliki lahan persawahan dan terdata di subak saja.
“Yang punya – punya sawah ngadengan nini,”

Saat ini ada 13 Duasa yang dibuat dari ikatan padi dihias sedemikian rupa dengan berbagai warna bunga, dan tidak lupa didalamnya terdapat uang kepeng asli, dan berbalut kain putih kuning perlambang kesucian serta kemakmuran. Duasa tersebut terlebih dahulu akan diupacarai lengkap dengan sarana bebantenan dan di pimpin oleh seorang pemangku di Pura Bedugul. Prosesi upacara ini disebut dengan Nanggiang Nini, atau juga Nanggiang Betari Nini.
Ini merupakan bagian dari prosesi upacara piodalan gede atau juga disebut Usaba Nini yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali berdasarkan kesepakatan warga Subak Ganggangan yang puncak piodalan jatuh pada Buda Kliwon Matal Rabu (26//2026) dan juga sebagai amerta gati dipercaya hari baik untuk memulai usaha /bercocok tanam.
Unik dan sakralnya Usaba ini, juga nedunin senjata dewata nawa sangga dan Pralingga Ida Betara Kahyangan Tiga Desa Adat Pagi.
I Wayan Subawa yang juga seorang petani ini mengatakan bahwa Krama Desa Adat Pagi juga turut hadir dan menyaksikan jalannya upacara, karena pada saat piodalan gede usaba nini Pratima / Pralingga Ida Batara Kahyangan Tiga Desa Adat Pagi semua tedun.
“Semua Pratima dari Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Pagi, dan Krama Adat hadir saat Usaba Nini,”jelas Subawa.
Iring – iringan Kober, senjata nawa sangga, Betari Nini dan Pratima Ida Batara Kahyangan tiga, berjalan perlahan dengan diiirngi gambelan bale ganjur.
Disejumlah titik dihaturkan sanganan agung, seperti di pamaron yakni percabangan air subak, di Pura Bedugul, Pura Dalem, dan Pura Puseh Kuno, untuk selanjutnya menuju Pura Ulun Suwi.
“Semoga atas paica Ida Sanghyang Widi Wasa, memberikan amerta,”tutup Subawa.


